KEDUDUKAN
ORGANISASI DALAM PUBLIC RELATIONS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Organisasi merupakan sebuah
kesatuan yang utuh dan kompleks. Didalamnya terdapat berbagai elemen yang
saling berkaitan. Antara elemen memerlukan interaksi agar organisasi sebagai
sistem dapat mencapai tujuannya. Humas adalah salah satu aspek dari elemen
organisasi untuk ikut serta membantu mengelola interaksi organisasi dengan
komponen-komponennya.[1][1]
Public Relations merupakan pemikiran yang
dipraktekkan secara konsepsional oleh Bapak Public Relations yaitu Ivy Lee (
Penemu Public Relations Modern) dan mengembangkannya menjadi objek studi ilmiah
oleh para cendikiawan.
Deklarasi asas para karyawan,
keterbukaan sebuah organisasi dan terjalinnya komunikasi dua arah menjadi
lahirnya fungsi dari Public Relations.
Public Relations timbul karena
adanya ketergantungan antar individu, individu dan kelompok, maupun antar
kelompok dengan masyarakat. Kualitas informasi dan keintensifan komunikasi yang
terjadi membuat hubungan dalam sebuah Publik menjadi sesuatu yang sangat
penting demi kelangsungan individu, kelompok maupun masyarakat. Hubungan
yang sehat terjadi bilamana terdapat kepercayaan dari publik-publik atas
keterbukaan dan kejujuran sebuah kelompok, organisasi maupun masyarakat.
B. Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana pengertian dan Fugsi humas ?
2.
Bagaimanakah Tujuan dan konsep dasar humas ?
3.
Bagaimana Kedudukan humas dalam Organisasi ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Hubungan masyarakat ( Public
Relations )
Seiring
dengan pesatnya pembangunan dalam berbagai bidang dan memasuki era globalisasi,
maka makin terasa pula kebutuhan peran seorang Public Relations dalam menunjang
efektifitas sebuah organisasi. Misalnya dalam bidang industri, perusahaan,
pendidikan, pemerintahan, kerohanian, sosial, ekonomi, politik, perburuhan dan
lain sebagainya.[2][2]
Public
Relations menyangkut kepentingan setiap organisasi, baik itu organisasi yang
bersifat komersial maupun yang non komersial. Apa yang biasa di sebut sebagai
Public Relations terdiri dari semua bentuk komunikasi yang terselenggara antara
organisasi yang bersangkutan dengan publik ataupun siapa saja yang menjalin
kontak dengannya.
Public
Relations (PR) menurut Frank Jefkins adalah suatu bentuk
komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu
organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. PR menggunakan metode
manajemen berdasarkan tujuan (management by objectives). Dalam mengejar suatu
tujuan, semua hasil atau tingkat kemajuan yang telah dicapai harus bisa diukur
secara jelas, mengingat PR merupakan kegiatan yang nyata. Kenyataan ini dengan
jelas menyangkal anggapan keliru yang mengatakan bahwa PR merupakan kegiatan
yang abstrak. Sedangkan British Institute Public Relations mendefinisikan PR
adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan
dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (good will) dan saling
pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.
Selanjutnya
IPR mendefinisikan praktek Public Relations sebagai disiplin dan serangkaian
usaha untuk menjaga reputasi dengan tujuan memperoleh pengertian atau pemahaman
dan dukungan, serta mempengaruhi opini dan prilaku.
B. Tujuan Hubungan Masyarakat ( Public Relations
)
Mengenai
tujuan Public Relations dan berkaitan dengan definisi-definisi yang telah diuraikan,
sudah menunjukan tujuan dari Public Relations itu sendiri. Menurut Grisworld tujuan PR adalah untuk
meningkatkan kegairahan kerja para bawahan atau para karyawan dan bagaimana
membangun hubungan yang harmonis antara pimpinan dan bawahan yang menekankan
pada internal publik. Tujuan sentral PR yang akan
dicapai adalah tujuan organisasi, sebab PR dibentuk atau digiatkan guna
menunjang manajemen yang berupaya mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai
tujuannya seorang Public Relations harus mengembangkan goodwill dan memperoleh
opini publik favorable atau
menciptakan kerja sama berdasarkan hubungan yang harmonis dengan berbagai
publik. Kegiatan Public Relations harus dikerahkan ke dalam (internal Public
Relations) maupun keluar perusahaan (eksternal Public Relations).[3][3]
C.
KEDUDUKAN DAN STRATEGI PUBLIC RELATIONS
1. Kedudukan Public Relations dalam Organisasi
Bahwa kedudukan
humas/PR adalah menilai sikap masyarkat (public) agar tercipta keserasian
antara masyarkat dan kebijaksanaan organisasi/instansi. Karena mulai dari
aktivitas, program Humas, tujuan (goal) dan hingga sasaran (target) yang hendak
dicapai oleh organisasi/instansi tersebut tidak terlpas dari dukungan, serta
kepercayaan citra positif dari pihak publiknya. Dalam menjalankan fungsinya
seorang PR/Humas, sebagai pejabat humas dituntut untuk memiliki empat
kemampuan, yaitu:
1.
Memiliki kemampuan mengamati dan
menganalisis suatu persoalan berdasarkan fkata di lapangan, perencanaan kerja
komunikasi dan mampu mengevaluasi suatu problematic yang dihadapinya.
2.
Kemampuan untuk menarik perhatian,
melalui berbagai kegiatan publikasi yang kreatif, inovatif, dinamis dan menarik
bagi publiknya sebagai target sasarannya.
3.
Kemampuan untuk mempengaruhi
pendapat umum, merekayasa pandangan atau opini public (crystallizing public
opinion) yang searah dengan kebijakan organisasi instansi yang diwakilinya itu
dalam posisi yang saling mnguntungkan.
4.
Kemampuan PR/Humas menjalin
suasana saling percaya toleransi, saling menghargai, good will dan lain
sebagainya dengan berbagai pihak, baik public internal maupun eksternal.
Dan peran ideal
yang harus dimiliki oleh praktisi Humas (public relations practitioner) dalam
suatu organisasi/instansi, antara lain:
1) Menjelaskan tujuan-tujuan
(clarifying goals) organisasi kepada pihak publiknya. Tugas tersebut akan
terpenuhi dengan baik, apabila PR/Humas bersangkutan lebih memahami atau
meyakini pesan/informasi yang akan disampaikan itu.[4][4]
2) Bertindak sebagai radar, tetapi
juga harus mampu memperlancar pelaksanaan public policynya. Jangan sampai pesan
atau informasi tersebut membingungkan atau menghasilkan sesuatu yang
kadang-kadang tidak jelas arahnya, sehingga pesan-pesan akan menjadi sulit
untuk diterima oleh public.
3) Pihak PR/Humas harus memiliki
kemampuan untuk melihat ke depan atau memprediksi sesuatu secara tepat yang
didasarkan kepada pengetahuan akan data atau sumber informasi actual dan
factual, yang menyangkut kepentingan organisasi maupun publiknya.
2. Peran Public
Relations dalam Organisasi
Proses peranan Public Relations (tahapan fact
finding, planning, communicating, dan evaluation) sepenuhnya mengacu pada
pendekatan manajerial. kemudian manajemen Public Relations dapat dirumuskan
sebagai suatu proses dari kelompok orang-orang yang secara koordinatif,
memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.
Strategi
sebuah organisasi (yang membedakan lingkup arah dan tujuan jangka panjang)
ditentukan setelah melakukan analisis dan pengambilan keputusan. Pada umumnya orang, baik dalam
lingkungan atau diluar lingkungan organisasi, akan memberikan kontribusi pada
proses tersebut. Setelah mengembangkan sebuah strategi selanjutnya
mengkomunikasikannya sehingga dapat diimplementasikan dan mendapat dukungan.
Public Relations memiliki peran penting dalam proses tersebut, baik dalam
membantu membangun strategi itu sendiri atau dalam mengkomunikasikannya.
Public
relations berkaitan dengan pemikiran-pemikiran pada tingkat manajemen. Dalam hal ini berkaitan
dengan bagaimana sebuah organisasi menyusun kebijakan sehingga memperlihatkan
sebuah kinerja yang bertanggung jawab. Ini berkaitan dengan kenyataan bahwa
penampilan yang bertanggung jawab merupakan dasar penerimaan publik terhadap
sebuah organisasi. Kinerja yang bertanggung jawab biasanya dicirikan dengan
antara lain, perusahaan bertindak sesuai dengan kepentingan publik, perusahaan
harus benar secara hukum, dan perusahaan harus berpedoman pada moralitas. Jika
salah satu dari unsur ini dilanggar oleh perusahaan, maka reputasi perusahaan
berada dalam taruhannya.[5][5]
Masalah
public relations muncul manakala perusahaan melanggar salah satu unsur
tersebut. Ini berarti public relationship sebuah organisasi menjadi tanggung
jawab para pengelola organisasi tersebut. Sehingga tidak salah bila ada yang
mengatakan bahwa perusahaan juga menjalankan kegiatan public relations. Public
relationship sebuah perusahaan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab bidang
Public Relations. Ia harus menjadi tanggung jawab para pemimpin puncak dalam
sebuah perusahaan ataupun organisasi.
Konsekuensi
konsep ini adalah praktisi public relations menjadi penasehat bagi manajemen
sehingga menghasilkan kebijakan yang masuk akal dan bisa diterima oleh publik,
karena kebijakan dan tindakan organisasi sesuai dengan kepentingan publik.
Public relations juga menjadi bagian penting dari pembuat keputusan pada
tingkat korporat, yang ikut membantu perubahan organisasi. Dalam hal ini public
relations harus menjadi bagian dari manajemen puncak dalam sebuah perusahaan
atau organisasi.
Dalam konsep public relations
sebagai fungsi komunikasi, penting difahami bahwa kegiatan utama public
relations adalah melakukan komunikasi. Maka dikatakan bahwa public relations
sebagai fungsi staff khusus yang melayani para pemimpin organisasi, khususnya
dalam membantu organisasi berkomunikasi dengan publik-publiknya. Sebenarnya,
setiap manajer dalam organisasi terlibat dan bertanggung jawab dalam komunikasi
organisasi. Ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa sebenarnya
berorganisasi adalah berkomunikasi. Namun demikian, public relations punya
tanggung jawab tambahan dan spesifik.
Peran Public Relations tersebut diharapkan menjadi “mata” dan “telinga”
serta “tangan kanan” bagi top manajemen dari organisasi, ruang lingkup tugasnya
meliputi:
a. Membina hubungan
kedalam (Publik Internal), yaitu publik yang menjadi bagian dari
perusahaan/organisasi itu sendiri. Efektifitas hubungan publik internal memerlukan suatu kombinasi antara[6][6] :
·
Sistem manajemen yang sifatnya terbuka ( open management ).
·
Kesadaran pihak manajemen terhadap nilai dan pentingnya memelihara komunikasi
timbal balik dengan para karyawan.
·
Kemampuan Public Relations yang memiliki keterampilan manajerial ( manager
skill ) serta berpengalaman.
b.
Membina hubungan keluar (Publik Eksternal), yaitu publik umum atau masyarakat
mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran yang positif publik terhadap lembaga
yang diwakilinya.
Jadi
peranan humas atau Public Relations tersebut dua arah seperti dijelaskan diatas
yaitu beorientasi kedalam (inward looking).
Public
Relations ada untuk memastikan bahwa pesan yang dibawa tepat disajikan kepada
publik. Pesan ini bisa mengenai
produk dan dengan mempertimbangkan :
a. Kinerjanya
b. Perusahaan dan etikanya
c.
Kesehatan keuangan perusahaan
d. Reputasinya sebagai atasan yang baik dan penuh
perhatian
Walaupun
organisasi bisa berjalan tanpa Public Relations, mereka yang menggunakan Public
Relations secara efektif akan lebih mudah menjual produknya, merekrut dan
mempertahankan staf serta berurusan dengan rekan luar
organisasinya.
Dalam
setiap kegiatan Public Relations memiliki peranan yang sangat besar. Peranan
Public Relations diharapkan menjadi kepercayaan bagi top manajemen dari
perusahaan, yang ruang lingkup tugasnya antara lain meliputi aktivitas.
Peranan
merupakan aspek dinamis dari suatu status (kedudukan). Apabila seseorang
melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan status yang dimilikinya,
maka ia telah menjalankan peranannya. Peranan adalah tingkah laku yang
diharapkan dari orang yang memiliki kedudukan atau status. Antara kedudukan dan
peranan tidak dapat dipisahkan. Dan Tidak ada peranan tanpa
kedudukan
3.
Strategi Public Relations
Adapun tahap-tahap kegiatan strategi public relations : pertama, komponen
sasaran, umumnya adalah para stakeholders dan publik yang mempunyai kepentingan
yang sama. Kedua, komponen sarana yang pada strategi public relations berfungsi
untuk mengarahkan.
PROGRAM STRATEGI
Landasan umum dalam proses penyusunan strategi public realtions, yang
berkaitan dengan fungsi-fungsi PR/Humas secara integral melekat pada manajemen
suatu perusahaan/lembaga yaitu sebagai berikut.[7][7]
- Mengidentifikasi permasalahannya yang muncul.
- Identifikasi unit-unit sasarannya.
- Mengevaluasi mengenai pola dan kadar sikap tindak unit sebagai sasarannya.
- Mengidentifikasi tentang struktur kekuasaan pada unit sasaran.
- Pemilihan opsi atau unsur taktikal strategi public relations.
- Mengidentifikasi dan evaluasi terhadap perubahan kebijaksanaan.
- Menjabarkan strategi public relatins.
KOMPONEN PEMBENTUK STRATEGI
Dalam pembentukan strategi korporat, suatu strategi dipengaruhi oleh
unsur-unsur tertentu yang berkaitan dengan lingkungan, kondisi, visi atau arah,
tujuan dan sasaran dari suatu pola yang menjadi dasar budaya perusahaan
bersangkutan (corporate culture) yaitu :
- Secara makro, lingkungan perusahaan/lembaga tersebut akan dipengaruhi oleh unsur-unsur : kebijakan umum, budaya yang dianut, sistem perekonomian dan teknologi yang dikuasai oleh organisasi yang bersangkutan.
- Secara mikro, tergantung dari misi perusahaan, sumber-sumber dimiliki, sistem pengorganisasian, dan rencana program.
STRATEGI OPERASIONAL HUMAS
Manfaat yang dapat dicapai dari pendekatan adalah sebagai berikut :
- Memberikan pengetahuan yang jelas dan rinci.
- Agar aktivitas Humas dalam mewakili lembaga/organisasi tersebut dapat dipertegas berkenaan dengan batas-batas wewenang dan tanggungjawab dalam memberikan keterangan.
- Mengetahui secara langsung dengan tepat tentang “latar belakang” suatu proses perencanaan, kebijaksanaan, arah dan tujuan organisasi yang hendak dicapai.
- Dengan berhubungan secara langsung dan segera dengan pimpinan puncak, tanpa melalui perantara pejabat/departemen lain.
- Sebagai suatu akibat yang ditimbulkan dari keputusan yang diambil dan kebijaksanaan telah dijalankan oleh pihak lembaga/organisasi.
- Dapat secara langsung memberikan sumbang saran, ide dan rencana atau program kerja kehumasan dalam rangka untuk memperbaiki, atau mempertahankan nama baik.
- Startegi operasional
- Pendekatan persuasive dan edukatif
- Pendekatan tanggung jawab social humas
- Pendekatan kerja sama
- Pendekatan koordinatif dan integrative
Peranan Humas di berbagai
kegiatan di lapangan, yaitu :
- Menginformasikan
- Menerangkan
- Menyarankan
- Membujuk
- Mengundang
- meyakinkan
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah
disampaikan diatas kita telah mengetahui betapa pentingnya kedudukan Public
Relations bagi organisasi dan bagi reputasi organisasi. Perubahan politik,
sosial dan teknologi dalam masyarakat luas, ditambah dengan munculnya ekonomi
global, telah semakin mengukuhkan perlunya program – program Public Relations
diterapkan melalui strategi yang teratur pada setiap tingkatan usaha. Hal yang
juga tidak boleh dilupakan adalah setiap karyawan atau anggota organisasi
merupakan perwakilan dari sebuah perusahaan atau organisasi, dan segala
prilakunya akan mencerminkan citra keseluruhan perusahaan atau organisasi.
Untuk memberikan rasa nyaman dalam
organisasi. Setiap perusahaan atau organisasi harus memiliki visi dan aspirasi.
Dengan menciptakan, menerapkan, memonitor, dan mengukur strategi Public
Relationsnya yang profesional, sehingga nantinya setiap organisasi dapat merasa
nyaman atas dirinya sendiri, dan para karyawan atau anggota organisasi juga
merasa nyaman terhadap pimpinannya.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Suryadi, Strategi mengelola Public
Relations Organisasi, Cetakan Pertama, Penerbit Edsa Mahkota, Jakarta,
2007
Maya Diah Nirwana, Dasar – Dasar Public
Relations, Penerbit Muhammadiyah University Press, Sidoarjo,
2002
Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, MA., Hubungan
Masyarakat Suatu Studi Komunikologis, Cetakan Keenam, Penerbit PT Remaja
Rosdakarya, Bandung, 2001
Makalah Public Relations
KEDUDUKAN
ORGANISASI DALAM PUBLIC RELATIONS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Organisasi merupakan sebuah
kesatuan yang utuh dan kompleks. Didalamnya terdapat berbagai elemen yang
saling berkaitan. Antara elemen memerlukan interaksi agar organisasi sebagai
sistem dapat mencapai tujuannya. Humas adalah salah satu aspek dari elemen
organisasi untuk ikut serta membantu mengelola interaksi organisasi dengan
komponen-komponennya.[9][1]
Public Relations merupakan pemikiran yang
dipraktekkan secara konsepsional oleh Bapak Public Relations yaitu Ivy Lee (
Penemu Public Relations Modern) dan mengembangkannya menjadi objek studi ilmiah
oleh para cendikiawan.
Deklarasi asas para karyawan, keterbukaan
sebuah organisasi dan terjalinnya komunikasi dua arah menjadi lahirnya fungsi
dari Public Relations.
Public Relations timbul karena
adanya ketergantungan antar individu, individu dan kelompok, maupun antar
kelompok dengan masyarakat. Kualitas informasi dan keintensifan komunikasi yang
terjadi membuat hubungan dalam sebuah Publik menjadi sesuatu yang sangat
penting demi kelangsungan individu, kelompok maupun masyarakat. Hubungan
yang sehat terjadi bilamana terdapat kepercayaan dari publik-publik atas
keterbukaan dan kejujuran sebuah kelompok, organisasi maupun masyarakat.
B. Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana pengertian dan Fugsi humas ?
2.
Bagaimanakah Tujuan dan konsep dasar humas ?
3.
Bagaimana Kedudukan humas dalam Organisasi ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Hubungan masyarakat ( Public
Relations )
Seiring
dengan pesatnya pembangunan dalam berbagai bidang dan memasuki era globalisasi,
maka makin terasa pula kebutuhan peran seorang Public Relations dalam menunjang
efektifitas sebuah organisasi. Misalnya dalam bidang industri, perusahaan,
pendidikan, pemerintahan, kerohanian, sosial, ekonomi, politik, perburuhan dan
lain sebagainya.[10][2]
Public
Relations menyangkut kepentingan setiap organisasi, baik itu organisasi yang
bersifat komersial maupun yang non komersial. Apa yang biasa di sebut sebagai
Public Relations terdiri dari semua bentuk komunikasi yang terselenggara antara
organisasi yang bersangkutan dengan publik ataupun siapa saja yang menjalin
kontak dengannya.
Public
Relations (PR) menurut Frank Jefkins adalah suatu bentuk
komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu
organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. PR menggunakan metode
manajemen berdasarkan tujuan (management by objectives). Dalam mengejar suatu
tujuan, semua hasil atau tingkat kemajuan yang telah dicapai harus bisa diukur
secara jelas, mengingat PR merupakan kegiatan yang nyata. Kenyataan ini dengan
jelas menyangkal anggapan keliru yang mengatakan bahwa PR merupakan kegiatan
yang abstrak. Sedangkan British Institute Public Relations mendefinisikan PR
adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan
dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (good will) dan saling
pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.
Selanjutnya
IPR mendefinisikan praktek Public Relations sebagai disiplin dan serangkaian
usaha untuk menjaga reputasi dengan tujuan memperoleh pengertian atau pemahaman
dan dukungan, serta mempengaruhi opini dan prilaku.
B. Tujuan Hubungan Masyarakat ( Public Relations
)
Mengenai
tujuan Public Relations dan berkaitan dengan definisi-definisi yang telah
diuraikan, sudah menunjukan tujuan dari Public Relations itu sendiri. Menurut Grisworld tujuan PR adalah untuk
meningkatkan kegairahan kerja para bawahan atau para karyawan dan bagaimana
membangun hubungan yang harmonis antara pimpinan dan bawahan yang menekankan
pada internal publik. Tujuan sentral PR yang akan
dicapai adalah tujuan organisasi, sebab PR dibentuk atau digiatkan guna
menunjang manajemen yang berupaya mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai
tujuannya seorang Public Relations harus mengembangkan goodwill dan memperoleh
opini publik favorable atau
menciptakan kerja sama berdasarkan hubungan yang harmonis dengan berbagai
publik. Kegiatan Public Relations harus dikerahkan ke dalam (internal Public
Relations) maupun keluar perusahaan (eksternal Public Relations).[11][3]
C.
KEDUDUKAN DAN STRATEGI PUBLIC RELATIONS
1. Kedudukan Public Relations dalam Organisasi
Bahwa kedudukan
humas/PR adalah menilai sikap masyarkat (public) agar tercipta keserasian antara
masyarkat dan kebijaksanaan organisasi/instansi. Karena mulai dari aktivitas,
program Humas, tujuan (goal) dan hingga sasaran (target) yang hendak dicapai
oleh organisasi/instansi tersebut tidak terlpas dari dukungan, serta
kepercayaan citra positif dari pihak publiknya. Dalam menjalankan fungsinya
seorang PR/Humas, sebagai pejabat humas dituntut untuk memiliki empat
kemampuan, yaitu:
1.
Memiliki kemampuan mengamati dan
menganalisis suatu persoalan berdasarkan fkata di lapangan, perencanaan kerja komunikasi
dan mampu mengevaluasi suatu problematic yang dihadapinya.
2.
Kemampuan untuk menarik perhatian,
melalui berbagai kegiatan publikasi yang kreatif, inovatif, dinamis dan menarik
bagi publiknya sebagai target sasarannya.
3.
Kemampuan untuk mempengaruhi
pendapat umum, merekayasa pandangan atau opini public (crystallizing public
opinion) yang searah dengan kebijakan organisasi instansi yang diwakilinya itu
dalam posisi yang saling mnguntungkan.
4.
Kemampuan PR/Humas menjalin
suasana saling percaya toleransi, saling menghargai, good will dan lain
sebagainya dengan berbagai pihak, baik public internal maupun eksternal.
Dan peran ideal
yang harus dimiliki oleh praktisi Humas (public relations practitioner) dalam
suatu organisasi/instansi, antara lain:
1) Menjelaskan tujuan-tujuan
(clarifying goals) organisasi kepada pihak publiknya. Tugas tersebut akan
terpenuhi dengan baik, apabila PR/Humas bersangkutan lebih memahami atau
meyakini pesan/informasi yang akan disampaikan itu.[12][4]
2) Bertindak sebagai radar, tetapi
juga harus mampu memperlancar pelaksanaan public policynya. Jangan sampai pesan
atau informasi tersebut membingungkan atau menghasilkan sesuatu yang
kadang-kadang tidak jelas arahnya, sehingga pesan-pesan akan menjadi sulit untuk
diterima oleh public.
3) Pihak PR/Humas harus memiliki
kemampuan untuk melihat ke depan atau memprediksi sesuatu secara tepat yang
didasarkan kepada pengetahuan akan data atau sumber informasi actual dan
factual, yang menyangkut kepentingan organisasi maupun publiknya.
2. Peran Public
Relations dalam Organisasi
Proses peranan Public Relations (tahapan fact
finding, planning, communicating, dan evaluation) sepenuhnya mengacu pada
pendekatan manajerial. kemudian manajemen Public Relations dapat dirumuskan
sebagai suatu proses dari kelompok orang-orang yang secara koordinatif,
memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.
Strategi
sebuah organisasi (yang membedakan lingkup arah dan tujuan jangka panjang)
ditentukan setelah melakukan analisis dan pengambilan keputusan. Pada umumnya orang, baik dalam
lingkungan atau diluar lingkungan organisasi, akan memberikan kontribusi pada
proses tersebut. Setelah mengembangkan sebuah strategi selanjutnya
mengkomunikasikannya sehingga dapat diimplementasikan dan mendapat dukungan.
Public Relations memiliki peran penting dalam proses tersebut, baik dalam
membantu membangun strategi itu sendiri atau dalam mengkomunikasikannya.
Public
relations berkaitan dengan pemikiran-pemikiran pada tingkat manajemen. Dalam hal ini berkaitan
dengan bagaimana sebuah organisasi menyusun kebijakan sehingga memperlihatkan
sebuah kinerja yang bertanggung jawab. Ini berkaitan dengan kenyataan bahwa
penampilan yang bertanggung jawab merupakan dasar penerimaan publik terhadap
sebuah organisasi. Kinerja yang bertanggung jawab biasanya dicirikan dengan
antara lain, perusahaan bertindak sesuai dengan kepentingan publik, perusahaan
harus benar secara hukum, dan perusahaan harus berpedoman pada moralitas. Jika
salah satu dari unsur ini dilanggar oleh perusahaan, maka reputasi perusahaan
berada dalam taruhannya.[13][5]
Masalah
public relations muncul manakala perusahaan melanggar salah satu unsur
tersebut. Ini berarti public relationship sebuah organisasi menjadi tanggung
jawab para pengelola organisasi tersebut. Sehingga tidak salah bila ada yang
mengatakan bahwa perusahaan juga menjalankan kegiatan public relations. Public
relationship sebuah perusahaan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab bidang
Public Relations. Ia harus menjadi tanggung jawab para pemimpin puncak dalam
sebuah perusahaan ataupun organisasi.
Konsekuensi
konsep ini adalah praktisi public relations menjadi penasehat bagi manajemen
sehingga menghasilkan kebijakan yang masuk akal dan bisa diterima oleh publik,
karena kebijakan dan tindakan organisasi sesuai dengan kepentingan publik.
Public relations juga menjadi bagian penting dari pembuat keputusan pada
tingkat korporat, yang ikut membantu perubahan organisasi. Dalam hal ini public
relations harus menjadi bagian dari manajemen puncak dalam sebuah perusahaan
atau organisasi.
Dalam konsep public relations
sebagai fungsi komunikasi, penting difahami bahwa kegiatan utama public
relations adalah melakukan komunikasi. Maka dikatakan bahwa public relations
sebagai fungsi staff khusus yang melayani para pemimpin organisasi, khususnya
dalam membantu organisasi berkomunikasi dengan publik-publiknya. Sebenarnya,
setiap manajer dalam organisasi terlibat dan bertanggung jawab dalam komunikasi
organisasi. Ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa sebenarnya
berorganisasi adalah berkomunikasi. Namun demikian, public relations punya
tanggung jawab tambahan dan spesifik.
Peran Public Relations tersebut diharapkan menjadi “mata” dan “telinga”
serta “tangan kanan” bagi top manajemen dari organisasi, ruang lingkup tugasnya
meliputi:
a. Membina hubungan
kedalam (Publik Internal), yaitu publik yang menjadi bagian dari
perusahaan/organisasi itu sendiri. Efektifitas hubungan publik internal memerlukan suatu kombinasi antara[14][6] :
·
Sistem manajemen yang sifatnya terbuka ( open management ).
·
Kesadaran pihak manajemen terhadap nilai dan pentingnya memelihara komunikasi
timbal balik dengan para karyawan.
·
Kemampuan Public Relations yang memiliki keterampilan manajerial ( manager
skill ) serta berpengalaman.
b.
Membina hubungan keluar (Publik Eksternal), yaitu publik umum atau masyarakat
mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran yang positif publik terhadap lembaga
yang diwakilinya.
Jadi
peranan humas atau Public Relations tersebut dua arah seperti dijelaskan diatas
yaitu beorientasi kedalam (inward looking).
Public
Relations ada untuk memastikan bahwa pesan yang dibawa tepat disajikan kepada
publik. Pesan ini bisa mengenai
produk dan dengan mempertimbangkan :
a. Kinerjanya
b. Perusahaan dan etikanya
c.
Kesehatan keuangan perusahaan
d. Reputasinya sebagai atasan yang baik dan penuh
perhatian
Walaupun
organisasi bisa berjalan tanpa Public Relations, mereka yang menggunakan Public
Relations secara efektif akan lebih mudah menjual produknya, merekrut dan
mempertahankan staf serta berurusan dengan rekan luar
organisasinya.
Dalam
setiap kegiatan Public Relations memiliki peranan yang sangat besar. Peranan
Public Relations diharapkan menjadi kepercayaan bagi top manajemen dari
perusahaan, yang ruang lingkup tugasnya antara lain meliputi aktivitas.
Peranan
merupakan aspek dinamis dari suatu status (kedudukan). Apabila seseorang
melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan status yang dimilikinya,
maka ia telah menjalankan peranannya. Peranan adalah tingkah laku yang
diharapkan dari orang yang memiliki kedudukan atau status. Antara kedudukan dan
peranan tidak dapat dipisahkan. Dan Tidak ada peranan tanpa
kedudukan
3.
Strategi Public Relations
Adapun tahap-tahap kegiatan strategi public relations : pertama, komponen
sasaran, umumnya adalah para stakeholders dan publik yang mempunyai kepentingan
yang sama. Kedua, komponen sarana yang pada strategi public relations berfungsi
untuk mengarahkan.
PROGRAM STRATEGI
Landasan umum dalam proses penyusunan strategi public realtions, yang
berkaitan dengan fungsi-fungsi PR/Humas secara integral melekat pada manajemen
suatu perusahaan/lembaga yaitu sebagai berikut.[15][7]
- Mengidentifikasi permasalahannya yang muncul.
- Identifikasi unit-unit sasarannya.
- Mengevaluasi mengenai pola dan kadar sikap tindak unit sebagai sasarannya.
- Mengidentifikasi tentang struktur kekuasaan pada unit sasaran.
- Pemilihan opsi atau unsur taktikal strategi public relations.
- Mengidentifikasi dan evaluasi terhadap perubahan kebijaksanaan.
- Menjabarkan strategi public relatins.
KOMPONEN PEMBENTUK STRATEGI
Dalam pembentukan strategi korporat, suatu strategi dipengaruhi oleh
unsur-unsur tertentu yang berkaitan dengan lingkungan, kondisi, visi atau arah,
tujuan dan sasaran dari suatu pola yang menjadi dasar budaya perusahaan
bersangkutan (corporate culture) yaitu :
- Secara makro, lingkungan perusahaan/lembaga tersebut akan dipengaruhi oleh unsur-unsur : kebijakan umum, budaya yang dianut, sistem perekonomian dan teknologi yang dikuasai oleh organisasi yang bersangkutan.
- Secara mikro, tergantung dari misi perusahaan, sumber-sumber dimiliki, sistem pengorganisasian, dan rencana program.
STRATEGI OPERASIONAL HUMAS
Manfaat yang dapat dicapai dari pendekatan adalah sebagai berikut :
- Memberikan pengetahuan yang jelas dan rinci.
- Agar aktivitas Humas dalam mewakili lembaga/organisasi tersebut dapat dipertegas berkenaan dengan batas-batas wewenang dan tanggungjawab dalam memberikan keterangan.
- Mengetahui secara langsung dengan tepat tentang “latar belakang” suatu proses perencanaan, kebijaksanaan, arah dan tujuan organisasi yang hendak dicapai.
- Dengan berhubungan secara langsung dan segera dengan pimpinan puncak, tanpa melalui perantara pejabat/departemen lain.
- Sebagai suatu akibat yang ditimbulkan dari keputusan yang diambil dan kebijaksanaan telah dijalankan oleh pihak lembaga/organisasi.
- Dapat secara langsung memberikan sumbang saran, ide dan rencana atau program kerja kehumasan dalam rangka untuk memperbaiki, atau mempertahankan nama baik.
- Startegi operasional
- Pendekatan persuasive dan edukatif
- Pendekatan tanggung jawab social humas
- Pendekatan kerja sama
- Pendekatan koordinatif dan integrative
Peranan Humas di berbagai
kegiatan di lapangan, yaitu :
- Menginformasikan
- Menerangkan
- Menyarankan
- Membujuk
- Mengundang
- meyakinkan
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah
disampaikan diatas kita telah mengetahui betapa pentingnya kedudukan Public
Relations bagi organisasi dan bagi reputasi organisasi. Perubahan politik,
sosial dan teknologi dalam masyarakat luas, ditambah dengan munculnya ekonomi
global, telah semakin mengukuhkan perlunya program – program Public Relations
diterapkan melalui strategi yang teratur pada setiap tingkatan usaha. Hal yang
juga tidak boleh dilupakan adalah setiap karyawan atau anggota organisasi
merupakan perwakilan dari sebuah perusahaan atau organisasi, dan segala
prilakunya akan mencerminkan citra keseluruhan perusahaan atau organisasi.
Untuk memberikan rasa nyaman dalam
organisasi. Setiap perusahaan atau organisasi harus memiliki visi dan aspirasi.
Dengan menciptakan, menerapkan, memonitor, dan mengukur strategi Public
Relationsnya yang profesional, sehingga nantinya setiap organisasi dapat merasa
nyaman atas dirinya sendiri, dan para karyawan atau anggota organisasi juga
merasa nyaman terhadap pimpinannya.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Suryadi, Strategi mengelola Public
Relations Organisasi, Cetakan Pertama, Penerbit Edsa Mahkota, Jakarta,
2007
Maya Diah Nirwana, Dasar – Dasar Public
Relations, Penerbit Muhammadiyah University Press, Sidoarjo,
2002
Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, MA., Hubungan
Masyarakat Suatu Studi Komunikologis, Cetakan Keenam, Penerbit PT Remaja
Rosdakarya, Bandung, 2001
[1][1] Beard, Mike., Manajemen
Departemen Public Relations, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta,
2001
[2][2] Dr. Arni, Muhammad.,
Komunikasi Organisasi, Cetakan ketujuh, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta,
2005
[3][3] Jefkins, Frank., Public
Relations, Edisi Kelima, Direvisi Oleh Daniel Yadin, Penerbit Erlangga,
Jakarta,
2003
[4][4] [4][4] Beard, Mike., Manajemen
Departemen Public Relations, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta,
2001
[5][5] Dr. Arni, Muhammad.,
Komunikasi Organisasi, Cetakan ketujuh, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta,
2005
[6][6] Dr. Arni, Muhammad., Komunikasi Organisasi,
Cetakan ketujuh, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta, 2005
[7][7] Dr. Arni, Muhammad., Komunikasi Organisasi,
Cetakan ketujuh, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta, 2005
[8][8] Jefkins, Frank., Public Relations, Edisi
Kelima, Direvisi Oleh Daniel Yadin, Penerbit Erlangga, Jakarta,
2003
[9][1] Beard, Mike., Manajemen
Departemen Public Relations, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta,
2001
[10][2] Dr. Arni, Muhammad.,
Komunikasi Organisasi, Cetakan ketujuh, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta,
2005
[11][3] Jefkins, Frank., Public
Relations, Edisi Kelima, Direvisi Oleh Daniel Yadin, Penerbit Erlangga,
Jakarta,
2003
[12][4] [12][4] Beard, Mike., Manajemen
Departemen Public Relations, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta,
2001
[13][5] Dr. Arni, Muhammad.,
Komunikasi Organisasi, Cetakan ketujuh, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta,
2005
[14][6] Dr. Arni, Muhammad., Komunikasi Organisasi,
Cetakan ketujuh, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta, 2005
[15][7] Dr. Arni, Muhammad., Komunikasi Organisasi,
Cetakan ketujuh, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta, 2005
[16][8] Jefkins, Frank., Public Relations, Edisi
Kelima, Direvisi Oleh Daniel Yadin, Penerbit Erlangga, Jakarta,
2003
Penulis : Abdulah Indriawan
Editor : -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar